Dua belas orang awak kapal KM Tanadoang 04, yang hanyut dan terdampar di perbatasan Timor Leste, merasakan kuasa tuhan yang luar biasa. Mereka bisa bertahan hidup tanpa makan sampai delapan hari di laut, dan pantai yang sunyi.Andi Intan, 47, bersama awak kapal lainnya, sebetulnya sudah pasrah saat sudah sepekan lebih terombang-ambing di atas kapal tanpa nakhoda, dan tanpa pertolongan. Mereka lemas, karena sudah dua hari mereka tidak makan. Air tawar untuk memasak nasi, dan buah pisang yang mereka makan selama lima hari terakhir, sudah habis. Namun, hari itu, 31 Desember 2013, semangat untuk hidup muncul, setelah melihat pulau dari kejauhan, di arah tenggara.
Hari itu, meskipun pulau sudah terlihat, kapal yang mereka tumpangi, KMN (Kapal Motor Nelayan) Tanadoang 04, tidak bisa digerakkan."Mesinnya rusak, dan sudah terendam air yang perlahan masuk akibat kapal bocor," tutur Intan kepada FAJAR, Jumat 24 Januari kemarin.