BEBERAPA orang mengibaratkan belajar menulis
itu seperti belajar berenang atau mengendarai sepeda. Terkadang teorinya tidak
penting untuk dipelajari. Anda tinggal “nyemplung” ke kolam, merasakan riak
permukaan air, dan membuat tubuh terbiasa dan beradaptasi dengan sifat dasar
air. Anda bahkan bisa berenang, menyelam, meskipun anda tetap tidak tahu
menjelaskan secara detil, bagaimana anda bisa melakukannya.
Mengemudikan
sepeda juga tak butuh teori. Anda misalnya hanya sering bersepeda, melatih
keseimbangan saat meniti jalan sambil mengayuh pedalnya, dan membiarkan insting
dan tubuh anda beradaptasi dengan sifat dasar sebuah sepeda itu.
Kesamaan
paling penting dari dua hal tersebut, adalah, dibutuhkannya kesabaran dan
ketekunan untuk mencobanya. Seorang jurnalis harus punya kemauan untuk selalu
belajar dan memperbaiki penulisan berita secara terus menerus.
